Jumat, 07 Agustus 2020

Prinsip Dasar Akuntansi

Apa Itu Prinsip Dasar Akuntansi?

 

Prinsip akuntasi adalah pedoman dan tata cara pencacatan umum yang terbuka agar berguna bagi semua pihak yang berkepentingan. Salah satu contoh konkret kegiatan akuntansi adalah penyusunan laporan keuangan bisnis atau perusahaan. Prinsip akuntansi di semua negara tudak selalu sama. Prinsip Akuntnasi Indonesia (PAI) pertama kali diterbitkan pada tahun 1973, kemudian di ubah pada tahun 1984 yang dikenal dengan istilah PAI 1984.

Namun sekarang, di Indonesia tidak lagi menggunakan istilah Prinsip Akuntnasi Indonesia (PAI), tetapi telah diganti menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Prinsip akuntansi merupakan himunan prinsip,prosedur, metode dan teknik akutansi dalam mengatur laporan keuangan.

1.      Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan yaitu harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yag melakukan transaksi.

2.      Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Prinsiple)

Prinsip ini mengacu pada aliran masuknya aktiva yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.

3.      Prinsip Mempertemukan (Matching Prinsiple)

Artinya mempertemukan antara biaya dengan pendapatan yang timbul  karena biaya tersebut. Prinsip ini dapat berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode.

4.      Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip ini digunakan agar laporan keuangan dapat dibndingkan setiap periodenya seta dapat dibandigkan dengan tahun tahun sebelumnya. Misalnya jika menggunakan metode pendekatan neraca, harus konsisten dengan pendekatan neraca.

5.      Prnsip pengungkapan penuh/lengkap (Full Disclosure Prinsiple)

Laporan keuangan harus ddajikan secara lengkap Karen ainformasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi yang terjadi dalam suatu periode dan saldo dari akun tertentu.

 

Jadi untuk menghasilkan laporan keuangan yang valid dan akuntabel, para akuntan harus menjalankan proses akuntansi dengan baik, terstruktur, sesuai prosedur serta memenuhi prinsip akuntansi yang diterima umum. Tujuan dari penggunaan prinsip akuntansi tersebut adalah untuk menciptakan kesesuaian antara pengguna akuntansi satu dengan lainnya. Sehingga informasi keuangan yang dihasilkan dapat diperbandingkan dan memenuhi kebutuhan pengguna informasi tersebut.


17 komentar:

  1. Assalamualaikum bun saya ingin bertanya,Apa yang akan terjadi jika prinsip-prinsip tersebut tidak di lakukan dengan benar oleh para akuntan

    BalasHapus
  2. Bun....saya mau tanya didalam prinsip akuntasi itu ada prinsip Harta,Utang,Modal,Pendapatan,Beban....disini saya kurang paham bun bagaimana cara menggunakan nya,bisa gak bun berikan contoh prinsip tersebut dalam kehidupan sehari hari bundo

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum bun, saya mau bertanya

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum bun, saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi prinsip-prinsip akuntansi tersebut

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Assallamualaikum bun
    Bun gmna jika akuntan tidak menjalankan proses dengan baik struktur nya serta tidak memenuhi prinsip

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum bun, saya Nilam Aprilya Sari,mau bertanya, apakah prinsip akutansi dikerjakan/dilaksanakan oleh orang tertentu atau boleh sembarang orang,dan Kenapa Harus ada prinsip akutansi?🙏

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaikum bun saya siti hajar, mau bertanya apa saja contoh dari prinsip dasar akuntansi

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum bun,
    Saya Mau bertanya,
    Apa Saja Kegiatan akuntansi ?

    BalasHapus