Minggu, 30 Agustus 2020

JURNAL PENYESUAIAN

 

JURNAL PENYESUAIAN

(ADJUSTMAN JOURNAL)



 

A.  Pengertian

Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan setiap akhir bulan, yang merupakan ringkasan dari perkiraan buku besar. Tetapi data yang terdapat dalam neraca saldo tidak langsung dapat disusun laporan keuangan, karena masih ada data yang memerlukan penyesuaian terlebih dahulu. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian untuk melakukan pencatatan / pembukuan.

Jurnal penyesuaian (adjustment journal) adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode.

B.  Tujuan penyusunan jurnal penyesuaian

·         Agar setiap perkiraan riil, khususnya perkiraan harta dan utang pada akhir periode menunjukkan jumlah sebenarnya.

·         Agar setiap perkiraan nominal, yaitu perkiraan pendapatan dan beban pada akhir periode menunjukkan besarnya pendapatan dan beban yang harus diakui.

 

C.  Akun yang Memerlukan Penyesuaian di Akhir Periode

1. Perlengkapan (supplies)

Dalam melakukan aktifitas usaha, perusahaan pasti membutuhkan bahan habis pakai yang disebut perlangkapan. Cara pencacatan pemakaian perlengkapan adalah sebagai berikut :

 a.      Pendekatan neraca (harta)

Jurnal pada saat membeli perlengkapan:

Perlengkapan                                  Rp xxx

       Kas / utang usaha                                Rp xxx

 

Pada akhir periode harus dilakukan perhitungan atas perlengkapan yang terpakai dan yang masih ada (belum terpakai) untuk perlengkapan yang sebenarnya. Untuk perlengkapan yang telah digunakan dalam perode akuntansi, harus dicatat sebagai beban perlengkapan, melalui jurnal penyesuaian sebagai berikut :

Beban perlengkapan                    Rp xxx

       Perlengkapan                                     Rp xxx

 

Contoh :

Dalam neraca saldo per 31 Desember 2010, terdapat akun perlengkapan toko sebesar Rp 400.000,00. Sedagkan persediaan perlengkapan yang masih ada per 31 Desember 2010 sebesar Rp 100.000,00. Berarti perlengkapan yang terpakai dalam periode tersebut adalah Rp 300.000,00

 

Ayat jurnal penyesuaiannya per 31 Desember 2010 adalah:

Beban perlengkapan                       Rp 300.000

       Perlengkapan                                       Rp 300.000

(jika memakai pendekatan Neraca/harta dicatat sebesar yang telah di pakai)

 

b.      Pendekatan Laba/rugi (beban)

Jurnal saat membeli perlengkapan :

Beban perlegkapan                         Rp xxx

       Perlengkapan                                       Rp xxx

Pada akhir periode akun perlengkapan menunjukkan jurnal perlengkapan yang belum terpakai (yang tersisa). Jurnal penyesuaiannya yang dibuat diakhir periode adalah :

Perlengkapan                                Rp xxx

       Beban perlengkapan                         Rp xxx

 

Contoh :

Dalam neraca saldo per 31 Desember2010, terdapat akun beban perlengkapan sebesar Rp 1.200.000,00. Keteranngan dari bagian gudang menyatakan perlengkapan yang masih ada sebesar Rp 500.000,00.

Jurnal penyesuaian per 31 desember 2010 adalah :

Perlengkapan                                  Rp 500.000,00

       Beban perlengkapan                            Rp 500.000,00

(jika memakai pendekatan Laba/rugi atau beban,  dicatat sebesar yang masih tersisa)

 

2.      Beban dibayar dimuka (prepaid expense)

Beban dibayar dimuka adalah beban yang sudah dibayar oleh perusahaan tetapi belum diakui sebagai beban pada periode yang bersangkutan, karena mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

a.       Pendekatan neraca (harta)

Pada saat membayar, dicatat dengan mendebet akun asset misalnya asuransi dibayar dimuka dan mengkredit akun kas.

Jurnal saat membayar :

Asuransi dibayar dimuka               Rp xxx

       Kas                                                      Rp xxx

Jural penyesuaian pada akhir periode akuntansi (31 Desember), dicatat jumlah yang telah menjadi beban yang telah disepakati.

Ayat jurnal penyesuaiannya adalah:

Beban asuransi                                         Rp xxx

       Asuransi dibayar dimuka                             Rp xxx

(dicatat sejumlah yang telah menjadi beban/telah dipakai)

 

b.      Pendekatan Laba/rugi (beban)

Pada saat membayar dicatat dengan mendebet akun beban dan mengkredit akun kas.

Jurnal saat membayar:

Beban asuransi                                           Rp xxx

       Kas                                                                  Rp xxx

 

Jurnal penyesuaian pada akhir periode adalh jumlah yang belum menjadi beban.

Jurnla penyesuaiannya adalah :

 

Beban asuransi dibayar dimuka             Rp xxx

       Beban asuransi                                              Rp xxx

(dicatat sejumlah yang belum menjadi beban/belum dipakai)

 

Contoh:

Pada tanggal 1 Agustus 2019 dibayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp 4.800.000,00.

Diminta :

·         Jurnal umum dan ayat jurnal peyesuaiannya menggunakan pendekatan neraca?

·         Jurnal umum dan ayat jurnal peyesuaiannya menggunakan pendekatan laba rugi?

Jawab :

·         Menggunakan pendekatan neraca (saat membayar 1 Agustus 2019)

Jurnal umum saat membayar 1 Agustus 2019

Asuransi dibayar dimuka               Rp 4.800.000,00

       Kas                                                      Rp 4.800.000,00

 

Jurnal penyesuaian (31 Desember 2019)

Jumlah yang telah menjadi beban = jumlah yang telah dipakai

Waktu yang telah terpakai = 1 Agustus 2019 s.d 31 Desember 2019 = 5 bulan

Jumlah yang terpakai perbulan =Rp 4.800.000,00 : 12 = Rp 400.000,00 per bulan

Jumlah yang telah menjadi beban = 5 x Rp 400.000,00 = Rp 2.000.000,-

 

Jurnal penyesuaian (31 Desember 2019)

Beban Asuransi                Rp 2.000.000,00

       Asuransi dibayar dimuka     Rp 2.000.000,00

  

·         Menggunakan pendekatan neraca (saat membayar 1 Agustus 2019)

Jurnal umum (saat membayar 1 agustus 2010)

Beban Asuransi                                          Rp 4.800.000,00

       Kas                                                                              Rp 4.800.000,00

 

Jurnal Jurnal penyesuaian ( 31 Desember 2019)

Mencatat jumlah yangbelok menjadi beban (beban dibayar dimuka)

Waktu yangbelum dipakai =

jumlah periode akuntansi – waktu yang telah dipakai

12 bulan – 5 bulan = 7 bulan

Jumlah yangbelum dipakai = 7 x Rp 400.000,00 = Rp 2.800.000,00

Jurnal penyesuaiannya adalah:

Asuransi dibayar dimuka Rp 2.800.000,00

        Beban asuransi                                  Rp 2.800.000,00

 

3.      Pendapatan diterima dimuka

Pendapatan diterima dimuka adalah pendapatan yang uang nya sudah diterima tetapi belum diakui sebagai pendapatan ada periode yang bersangkutan. Pencataan nya dapat dilakukan dengan du acara:

a.       Pendekatan neraca

Pada saat menerima uang pembayaran dicatat dengan mendebit kas dan mengkredit akun asset misalnya sewa di terima dimuka

Jurnal saat menerima:

Kas                                                 Rp xxx

       Sewa diterima dimuka                                    Rp xxx

 

Jurnal penyesuaian:

Jumlah yang telah menjadi pendapatan = yang telah dipakai

Sewa diterima dimuka                   Rp xxx

       Pendapatan (sewa)                              Rp xxx

 

b.      Pendekatan laba/rugi (beban)

Pada saat menerima pendapatan diterima dimuka, dianggap sebagai pendapatan dengan mendebet akun kas dan mengkredit akun pendapatan.

Jurnla saat menerima:

Kas                                                 Rp xxx

       Pendapatan (sewa)                              Rp xxx

 

Pada akhir periode harus diadakan penyesuaian dengan mengkredit akun sewa diterima dimuka sebesar yang belum terpakai.

 

Jurnal penyesuaiannya :

Pendapatan sewa                            Rp xxx

       Sewa diterima dimuka                                    Rp xxx

 

Contoh :

Pada tanggal 1 September 2010, diterima pembayaran sewa gedung untuk satu tahun sebesar Rp 15.000.000,00. Buat lah jurnal umum dan AJP nya menggunakan kedua pendekatan!

 

Jawab :

a.       Pendekatan neraca

·         Jurnal umum (saat menerima 1 September 2010)

Kas                                                             Rp 15.000.000,00

       Sewa diterima dimuka                                    Rp 15.000.000,00

 

·         Jurnal penyesuaian (31 Desember 2010)

Mencatat jumlah yang telah menjadi penghasilan sebesar jumlah yang telas kadaluarsa (terlewati), yaitu: 1 September 2010 s.d 31 Desember 2010 = 4 bulan

Sewa perbulan = Rp 15.000.000,00 ; 12 bulan = Rp 1.250.000,00

Jumlah yang telah menjadi pendapatan = 4 bulan x Rp 1.250.000,00 = Rp 5.000.000,00

Maka AJP nya adalah:

Sewa diterima dimuka                             Rp 5.000.000,00

       Pendapatan sewa                                          Rp 5.000.000,00

 

b.      Pendekatan laba rugi

·         Jurnal umum (1 September 2010)

Kas                                                 Rp 15.000.000,00

       Pendapatan sewa                                            Rp 15.000.000,00

 

·         Jurnal penyesuaian (31 desember 2010)

Kas – jumlah yang telah menjadi pendapatan (selama 4 bulan) =

Rp 15.000.000 -  5.000.000,00 = Rp 10.000.000,00

 

Maka AJP nya adalah:

Pendapatan sewa                                      Rp 10.000.000,00

Sewa diterima dimuka                                  Rp 10.000.000,00

 

4.      Pendapatan yang masih harus diterima (accrued Recievable)

Pendapatan yang masih harus diterima (piutang pendapatan) adalah pendapatan yang uangnya belum diterima secara tunai tetapi sudah dikaui sebagai pendapatan untuk periode yang bersangkutan.

 

 Jurnal penyesuaiannya :

Pendapatan yang masih harus diterima                       Rp xxx

            Pendapatan                                                                 Rp xxx

 

Contoh :

Pada tanggal 31 desember 2010 masih harus dietrima sewa kendaraan untuk bulan Nov dan Des sebasar Rp 3.000.000,00 per bulannya.

AJP nya adalah :

Pendapatan yang masih harus diterima                       Rp 6.000.000,00

(piutang pendapatan sewa)

            Pendapatan                                                                 Rp 6.000.000,00

 

5.      Beban yang masih harus dibayar (accrued payable/ accrued expence)

Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang realisasi pembarannya belum terjadi, tetapi sudah menjadi beban bagi perusahaan karena perusahaan sudah menerima manfaatnya seingga merupaka utang pada periode yang bersangkutan. Beban yang masih harus dibayar = utang beban pada akhir periode akuntansi)

 

Jurnal penyesuaian:

Beban…(nama beban)                                      Rp xxx

             Beban yang masih harus dibayar                    Rp xxx

             (beban terutang)

 

Contoh :

Pada tanggal 31 Desember 2019 terdapat beba yang belum dibayar sebagai berikut:

Beban gaji                                Rp 2.500.000,00

Beban listrik, tlp dan air           Rp    750.000,00 +

                                                 Rp 3.250.000,00

 

Jurnal penyesuaian 31 desember 2019:

Beban gaji                                            Rp 2.500.000,00

Beban listrik, tlp dan air                       Rp    750.000,00

             Beban yang masih harus dibayar                    Rp 3.250.000,00

 

6.      Taksiran Pitang tak tertagih

Dalam suatu kegiatan adakalanya perusahaan tidak dapat menagih piuang keada debitur. Untuk itu, perusahaan perlu membuat cadangan penghapsan piutang yang tidak dapat ditagih. Ada 2 metode pengpausan pencatatan piutang:

a.       Metode langsung (direct method)

Pada metode ini perusahaan mengakui rugi jika piutang benar benar tidak dapat ditagih. Pada akhir periode, perusahaan tidak membuat taksiran kerugian atas piutang. Jika ada piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih perusahaan akan menanggapnya sebagai kerugian, dengan membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut :

Beban kerugian piutang                          Rp xxx

       Piutang usaha                                                            Rp xxx

 

Contoh :

Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat saldo piutang usaha sebesar Rp 27.500.000,00.data penyesuaian per 31 Desember 2019 seorang debitur perusahaan jath pailit (bangkruut), sehingga piutang sebesar Rp 250.000,00 harus dihapuskan.

 

Maka AJP nya adalah:

Beban kerugian piutang                             Rp 250.000,00

       Piutang usaha                                                  Rp 250.000,00

 

b.      Metode tidak langsung (indirect method)

Pada metode ini perusahaan mengakui kerugian walaupun belum dapat dipastikan bahwa piutang tidak dapat ditagih. Pada akhir periode, perusahaan membuat taksiran atas kemungkinan piutang yang tidak dapat ditagih.

Jurnal penyesuaiannya adalah :

Beban kerugian piutang                                                              Rp xxx

       Cad. Kerugian piutang/ penyisishan kerugian piutang                             Rp xxx

 

Apabila pada tahun bejalan terdapat piuang yang benar benar tidak dapat ditagih, urnal penyesuaiany adalah :

Cad. Kerugian piutang/ penyisishan kerugian piutang            Rp xxx

       Piutang usaha                                                                                                Rp xxx

 

Contoh :

Saldo piutang usaha pada tanggal 31 desember 2010 (debet) sebasar Rp 27.500.000,00 dan saldo penyisihan kerugian piutang (kredit) Rp 250.000,00. Data penyesuaian 31 Desember 2010menyebutkan bahwa penyisihan kerugian piutang ditetapkan  3% daqri saldo piutang.

Taksiran kerugian piutang 3% x Rp27.500.000,00  =        Rp 825.000,00

Saldo kerugian piutang yang sudah ada (kredit)               Rp 250.000,00 -

Beban kerugian piutang                                                     Rp 575.000,00

 

AJP nya adalah :

Beban kerugian piutang                          Rp 575.000,00

       Cad. Kerugian piutang                                 Rp 575.000,00

 

7.      Penyusutan Aktiva

Harta tetap yang dicatat dengan harga perolehan, sedangkan beban penysutan adalah penurunan nilai harta tetap yang digunakan perusahaan. Penyusutan biasanya dilakukan setiap akhir periode melalui jurnal penyesuaian. Ada beberapa metode penyusutan anatar lain :

·         Garis lurus

·         Saldo menurun

·         Jumlah angka tahun

·         Unit produksi

·         Satuan jam kerja mesin

Khusus untuk pajak, penyusutan hanya menggnkaan metode garis lurus dan saldo menurun.

Jurnal penyesuaian :

Beban penyusutan kativa tetap                       Rp xxx

            Akumulasi penyusutan aktiva tetap                Rp xxx

 

Contoh :

Pada 31 Desember 2017 terdapat peralatan Rp 250.000.000,00. Berdasarkan kebijakan akuntansi diperoleh keterangan bahwa peralatan disusutkan 12,5 % dari harga perolehan dengan umur ekonomis 8 tahun, maka jurnal penyesuainya adalah:

Beban penyusutan peralatan                           Rp 31.250.000,00

            Akumulasi penyusutan aktiva tetap                Rp 31.250.000,00

 

 

 

 

 sumber:

Modul Akuntansi 1B unruk SMK dan MAK karangan DWI HARTI


 

 

 

 

 

Glosarium

 

Perkiraan / Akun riil adalah akun permanen dalam jurnal umum yang tidak ditutup di akhir tahun akuntansi, sehingga saldonya tetap dilanjutkan ke tahun berikutnya. Biasanya akun riil dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu aktiva, hutang (kewajiban), dan ekuitas.

 

Perkiraan / Akun nominal adalah akun yang disajikan ke dalam laporan laba rugi antara lain pendapatan/penjualan dan beban. ... Contoh akun nominal antara lain; pendapatan, beban/biaya. Akun nominal tidak memiliki saldo karena sudah dipindahkan ke modal. Akun nominal disebut dengan akun tertutup (Closed Account) maka dari itu akun ini disebut juga akun sementara. Contoh akun nominal antara lain; pendapatan, beban/biaya.